Langsung ke konten utama

Postingan

Cerpen

Perjuangan Seorang Gadis Mengingatkanku pada sebuah perjuangan seorang gadis yang ingin menggapai impiannya kala itu. Tepat setahun yang lalu.. Ia baru saja lulus SMA. Seperti siswa pada umumnya,ia ingin melanjutkan pendidikannya ke bangku kuliah. Semua memberi pendapat. Keluarga,sahabat,guru hingga orang yang mungkin belum ia kenal sebelumnya. Dalam hatinya ia berkata Apa yang harus aku lakukan? Mana yang harus aku dengar? Mana yang harus aku ikuti? Semua ini membuatku bingung dan muak              Libur panjang setelah pengumuman ujian telah tiba. Ia dinyatakan lulus. Namun kata “lulus” saat itu belum memberinya angin segar. Waktu terus bergulir hingga waktu pengumuman seleksi jalur rapor tiba. Tulisan warna merah dengan kata “maaf” yang tertera. Ya,ia gagal melalui jalur itu. Hatinya makin bergejolak melihat teman-temannya yang sudah lolos tahap itu. Masih ada jalur ujian tertulis yang menunggunya. Ia menu...

Puisi 3

Aku Mengenalnya Waktu terus bergulir tak mengenal lelah Takdir sedang memilih peran utama untuk alur ceritanya Cerita apakah yang akan ia bawa kali ini? Pahit? Ataukah manis? Takdir memilihku, Takdir mempertemukanku dengannya Cerita apa yang akan ku lalui dengannya? Pahit? Ataukah manis? Dia, Sosok laki-laki yang takdir kirimkan untukku Aku belum lama mengenalnya Tapi dia telah memikat hatiku Entah perasaan apa yang ada dalam hatiku saat ini Kini,aku mulai mengenalnya Aku mulai memahaminya Dan aku mulai mengerti, Apa yang aku rasakan kepadanya Air mata ini tak sengaja menetes, Saat aku melihatnya merasakan sakit Bibir ini tak berhenti berdo'a Memanjatkan do'a untuknya Dan hati ini terasa sakit Saat jarak mulai memisahkanku dengannya, Entah apa yang dia rasakan saat ini kepadaku Ini hanyalah sepenggal goresan hatiku, Goresan yang mengungkapkan bahwa, Aku menyayanginya

Dia

Dia Aku menemukan hal baru dalam hidupku. Suatu hal yang membuatku nyaman di tanah perantauan. Aku belum lama mengenalnya, tapi dia dengan cepat menyita perhatianku.  Dia bukan orang yang sempurna. Tapi ketidaksempurnaannya membuatku paham, bahwa memang tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Banyak sekali orang berlalu lalang di hadapanku, tapi kenapa harus dia? Aku menganggap ini semua takdir. Ya, takdir yang mempertemukanku dengannya. Sampai saat ini, aku belum paham apa yang sebenarnya aku rasakan. Aku ingin lebih lama dengannya. Ingin menjalani hari-hari yang melelahkan ini dengannya.  Ya, dia salah satu penyemangatku di tanah asing ini. Aku merasa nyaman di dekatnya. Aku ingin duduk berdua dengannya di tempat yang indah dan menceritakan segalanya kepadanya. Indah bukan?  Dia selalu berkata,aku terlalu baik untuknya. Tapi,aku ingin mengatakan bahwa aku baik karna dia. Aku berusaha menjadi terbaik untuknya. Hanya ingin dia tahu, bahwa aku sedang meman...

Puisi 2

Siapa Dia? Aku ingin Bangkit Aku melihat pantulan seseorang di cermin Aku bertanya,siapa dia? Aku seperti mengenal orang itu Tapi, siapa dia? Aku melihatnya lebih dalam, Dia adalah pantulan diriku Raga yang terpantul itu,diriku Tapi,mengapa aku tak mengenalnya? Raga itu aku,tapi aku tak mengenalnya Raga itu terlihat lemah dan rapuh ! Aku tak seperti itu ! Raga itu bukan diriku Aku menutup mata, menangis, Mengapa aku bisa seperti itu? Mengapa aku bisa seperti itu? Aku harus bangkit ! Aku ingin kembali seperti dulu ! Semangat,bahagia,kuat Aku ingin kembali Kembali kepada diriku yang dulu..
Cuma iseng sih nulis-nulis gini. Serasa menumpuk di hati kalo di simpen sendiri. Moga aja tulisanku gak bkin spam yaaak wkwk Aku fia,cewe yang masih labil banget nih(menurut gue sih). Pernah gak sih kalian bingung antara mau pacaran atau enggak? Kalo gue sih pernah dan sekarang gue lagi di kegalauan itu(elaah lebay amat)  Masuk dunia perkuliahan ini bnyak banget yang pacaran. Ikut organisasi ad yg pacaran,ikut kepanitiaan ada juga. Blm lagi dp,ava,post ig/past atau home line. Ngenvy broooh.  "Deketin cowolah elah gitu aj ribet"  Duh masalahnya gak sesimple ituuu. Deket sama cwo sih ada ya..bnyak malah. Tapi,yang buat di jadiin pacar tuh gak ada. Semua enak di jadiin temen aja. Iya sih "cuma temen" Di sisi lain gue jg blm pengen pacaran sih. Rasa pengen itu timbul waktu liat orang pacaran. Ya,orang pacaraan. Terus gimana dong? Mau di bilang munafik atau enggak terserahlah yaa..gue gini sih "kalo lo pengen jodoh yang baik buat lo(duh siapa si...

Realitas Hidup

Pernahkah kalian merasa iri? Kepada siapa? Siapapun itu. Teman,sahabat,orang asing atau bahkan keluarga? Jika pernah,lalu apa yang membuat kalian iri? Harta,tahta,cinta atau lainnya? Kalo aku sih pernah. Iri tuh salah satu penyakit hati yang cuma bikin hatimu sendiri sakit(menurutku sih). Bayangin aj kamu gak bisa ngedapetin suatu hal yang kamu inginkan dan kalo kamu pikirin terus Apa kamu gak frustasi? (maaf lebay). Pikirin sisi positifnya,apa ada? Gak ad. Lalu selama ini kita iri buat apa kalo emang gak ad sama sekali sisi positifnya? Pikir lagi,Tuhan tuh adil. Kamu mau sesuatu? Apa kamu udah usaha? Blm? Kalo blm terus menurut L apa yang L mau bisa jatuh dri langit? .  "Tapi aku udh usaha dan hasilnya nol" . Berdo'a dan coba lagi. Ada 2 kemungkinan,antara kamu emang gak cocok untuk dapetin sesuatu itu atau Tuhan merencanakan waktu yang tepat buat ngasih sesuatu itu ke kamu. So,apa masalahnya skrg? Hidup kita susah krna kita gak mau usaha,krna kita terlalu bnyak ...

Komitmen dan Bersyukur

   Pernah gak kalian bersyukur atas hal yang gak kalian kehendaki? Atau pernah gak kalian buat komitmen sama diri kalain sendiri? Misalnya putus sama pacar,gak masuk ptn favorit,ldr atau apalah itu. Intinya hal itu terjadi di luar kehendak kalian. Pernah? Aku mau curhat dikit nih.   Dulu aku sempet sedih ya lumayan sedih gitu. Kenapa sih di pisahin sama orang yang udah aku sayang. Kenapa sih kita harus pisah? Padahal kita udah deket banget. Butuh beberapa waktu buat bilang "oke dia bukan jodoh kamu. Dan kamu harus lepas dari dia".   Komitmen?. Ya bener banget. Kamu butuh banget yang namanya komitmen sama diri kamu sendiri. Aku bisa bilang gini bukan asal ngomong aja ya. Tapi karna aku pernah ngalamin ini sendiri. Sok kuat pastilah pernah. Tapi sampe kapan fake terus? Yang dulunya ketemu nyapa,bercanda bareng,maen bareng. Tiba-tiba kalo ketemu jadi orang asing. Sedih. Tapi itu semua bakal ilang kalo komitmen yang atas tadi terlaksana.   Balik lagi ke komitmen....