Langsung ke konten utama

Kepada Anakku

"KEPADA ANAKKU"
      
Nak, taukah kau?
Bahkan, pernahkah kau membayangkan pengorbanan ibu kala melahirkanmu?
Kau tidak akan tau dan kau tidak pernah membayangkan. Karna ibu juga tidak mengijinkan anak ibu merasakan sakit yang ibu alami. Bukan, bukan karna ibu melatihmu menjadi anak yang manja. Tapi ibu rasa, kau akan tau sendiri kelak. Pengorbanan apa yang ibu alami dulu.
     
Nak, taukah kau kenapa ibu mengajarimu agama saat kau masih kecil?
Karna ibu ingin agama menyatu dalam darahmu sedini mungkin. Karna hanya agamamulah yang akan menolongmu saat kau sudah kehilangan arah bahkan saat kau sudah kehilangan ibu untuk membimbingmu.

Nak, taukah kau kenapa ibu menegurmu saat nilai sekolahmu jelek?
Mungkin kau fikir ibu malu karna kau mendapat nilai jelek. Ibu akui, ibu memang malu. Ibu malu karna tidak bisa mewariskan ilmu yang baik kepadamu. Jika kau sekarang tidak berbekal ilmu yang cukup. Bagaimana dengan masa depanmu kelak?

Nak, taukah kau kenapa ibu memarahimu saat kau tidak memberi kabar dan saat kau pulang terlambat? Karna ibu hanya ingin memastikan kau baik-baik saja dan ibu bisa segera melihatmu ada di rumah. Karna ibu tau, waktu ibu bersamamu akan semakin pendek saat kau beranjak dewasa.

Nak, taukah kau sebenarnya ibu takut saat kau beranjak dewasa. Kenapa?
Karna ibu tau, pada jenjang inilah kau akan merasakan kerasnya kehidupan. Kau akan mulai menentukan kemana arah dan tujuan hidupmu. 

Nak, taukah kau kenapa ibu mebiarkanmu melakukan apapun sendirian?
Mungkin kau berfikir karna ibu tidak sayang kepadamu. Tidak. Sebenarnya karna rasa sayang ibu kepadamu, ibu membiarkanmu melakukan apapun sendiri. Karna kelak saat kau masuk ke dunia yang sesungguhnya. Kau akan tau bagaimana kemandirian sangat di butuhkan.
"Ibu, bearti aku sendiri?"
Tidak. Kau tidak akan sendiri. Tapi belajarlah mandiri. Sebenarnya ibu tak sanggup. Ibu tak tega, harus melepas anak ibu yang dulunya masih dalam timangan ibu. Tapi jangan takut nak. Ibu selalu ada disini untukmu. Mendo'akanmu dari kejauhan. Ibu menyayangimu sampai akhir hayat bahkan sampai akhir jaman kasih dan sayang ibu selalu untukmu. Jadi jangan pernah berfikir kalau ibu tidak sayang, kalau ibu tidak cinta bahkan jangan pernah berfikir kalau ibu akan meninggalkanmu sendiri. Ibu ada disini nak, menunggumu dan siap untuk memberikan segalanya untukmu.
 
Apapun yang ibu lalukan untukmu hanya ada satu alasan dan satu tujuan. Itu semua demi kebaikanmu. Bukan karna ibu tidak sayang atau sebagainya. Percayalah, kelak kau akan merindukan semua ini saat kau benar-benar jauh dari ibu..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dia

Dia Aku menemukan hal baru dalam hidupku. Suatu hal yang membuatku nyaman di tanah perantauan. Aku belum lama mengenalnya, tapi dia dengan cepat menyita perhatianku.  Dia bukan orang yang sempurna. Tapi ketidaksempurnaannya membuatku paham, bahwa memang tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Banyak sekali orang berlalu lalang di hadapanku, tapi kenapa harus dia? Aku menganggap ini semua takdir. Ya, takdir yang mempertemukanku dengannya. Sampai saat ini, aku belum paham apa yang sebenarnya aku rasakan. Aku ingin lebih lama dengannya. Ingin menjalani hari-hari yang melelahkan ini dengannya.  Ya, dia salah satu penyemangatku di tanah asing ini. Aku merasa nyaman di dekatnya. Aku ingin duduk berdua dengannya di tempat yang indah dan menceritakan segalanya kepadanya. Indah bukan?  Dia selalu berkata,aku terlalu baik untuknya. Tapi,aku ingin mengatakan bahwa aku baik karna dia. Aku berusaha menjadi terbaik untuknya. Hanya ingin dia tahu, bahwa aku sedang meman...

Tak Mudah untuk Melangkah

  Tak Mudah untuk Melangkah     Aku tenggelam.. Aku tenggelam dalam rasa takut yang kian hari kian membelengguku. Stuck ! aku tak bisa bergerak. Aku melihat kebelakang, ternyata sudah cukup jauh aku berjalan. Tapi untuk melangkah kedepan sungguh aku tak mampu, aku takut.. Lalu aku memilih untuk menghindarinya, menghindari tanggung jawab untuk melangkah maju melanjutkan perjalananku yang mungkin belum setengah jalan aku jalani. Aku memilih untuk tetap diam dan menunggu..   Aku kira, dengan menghindar akan membuatku lebih baik Tapi ternyata aku salah, aku salah besar.. Semakin hari semakin sesak dan semakin gelisah.. Aku dihantui tanggung jawab yang tak kunjung terselesaikan   Pada akhirnya, aku mencoba bangkit.. I say to myself “aku gak bisa kaya gini terus”   Aku ingat sekali, beberapa hari sebelum aku berjuang lagi aku selalu curhat ke Allah Karena saat itu aku merasa, aku butuh kekuatan yang jauh lebih besar dari kekuatan manusia dan aku merasa mungkin ma...

Hijrahku - Part 1

Hijrahku Aku tidak ingat secara pasti, kapan keinginan dan rasa itu muncul. Tapi sepertinya, keinginan dan rasa itu muncul 2th yang lalu. Keinginan untuk menjadi pribadi dan muslimah yang lebih baik, yaa kalau jaman sekarang sering disebut ‘hijrah’ katanya. Tapi untuk menyebut diriku hijrah, sepertinya belum pantas, karena aku masih banyak sekali kekurangan.. Malu, malu dengan pakaianku yang dulu membentuk lekuk tubuh dan auratku masih terlihat. Hijrah dalam konteks islam bearti memutuskan atau meninggalkan apa yang dibenci Allah menuju apa yang dicintaiNYA (Kumparan.com, 2017). Jujur saja, banyak sekali hal yang harus di pertimbangkan atau mungkin lebih tepatnya aku memang belum siap waktu itu. Ada rasa takut, ragu, khawatir, gak pede dan sebagainya.. Takut, kalau aku gak bisa istiqomah Ragu, apa aku bisa? Khawatir dengan tanggapan orang nanti gimana yaa.. Dan gak pede karena penampilan baruku pasti sedikit banyak akan jadi perbincangan orang.. Salah satu ...